Archive for August, 2006

A pray

Wednesday, August 16th, 2006

Tuhan…

Ajari dan tuntun aku untuk membuka mata ku agar aku lebih bisa melihat karunia MU dan mengerti apa yang kau inginkan untukku.

Ajari dan tuntun aku agar aku bisa mengerti kehendak MU.

Ajari dan tuntun aku bahwa ENGKAU memberi apa yang kubutuhkan bukan apa yang kuinginkan semata.

Ajari dan tuntun aku agar aku belajar bersyukur atas semua karunia MU se-sakit dan se-pilu apapun itu.

Ampunkan aku karena masih mengeluh pada MU sementara KAU masih memberiku kesempatan untuk hidup dan memperbaiki kesalahan-kesalahanku.

Amin…

Man and Woman

Tuesday, August 15th, 2006

Recently, i got sms from a friend of mine. which is my friend’s ex girl friend.

She wrote in that sms, "Dear Don, should I marry with the man that I love but he doesn’t love me? Or I have to marry with the man who loves me but I don’t love him at all?"

It shocked me! Pertanyaannya sih biasa dan sering diutarakan. Tapi menjadi spesial karena belakangan ini terjadi sama gw dan yang menanyakan adalah wanita yang cukup gw tahu latar belakang sejarah asmaranya. Meminjam istilah seorang teman, dia telah menjalani banyak kejadian sakitnya cinta, love hurts.

And then, gw kirim balasan ke dia "Dear girl, I prefer to marry the person who loves me although I don’t love her rather than marry the person that I love very much meanwhile she doesn’t love me. At least I know that she loves me, so I know that she won’t hurt me and she will take care of me."

Gw ga dapet balesan lagi dan gw anggap dia cukup puas dengan pendapat gw dan yang penting pendapat gw bisa diterima akal sehatnya. Tapi ga berhenti disitu, karena pertanyaan itu terus berkecamuk di kepala gw, memaksa gw menelaah dan membaca kembali sms yang terkirim itu. Benarkah harus seperti itu?

Haruskah aku mengorbankan perasaanku dengan menikahi orang yang tidak kusayangi walaupn dia sangat menyayangi dan mencintai aku? Haruskah aku mengorbankan perasaanku dengan membiarkan orang yang kucinta berlalu dengan yang lain karena dia tidak mencintai aku?

Lalu timbul pertanyaan dalam hati, bagaimana nanti aku harus menghadapi orang yang tidak kucintai, haruskah aku berpura-pura menerimanya, menyayanginya. Haruskah aku membohongi dirinya dan diri ku sendiri?

How come???

Kontemplasi masih berlanjut…

Dalam lirih doa

Tuesday, August 15th, 2006

Di remang malam

menatap maut yang dipermainkan

akhir penantian panjang disematkan

Dan tetesan darah yang tlah lama kujaga dan kuimpikan

terhambur sendu

Dalam lirih doa

malam tak lagi kuasa

asa berakhir di titik ini

lembaran ini tlah usai

hitam putih tlah melebur

aku tlah mewarnainya. Selesai!

Dalam lirih doa

salam suka tersampaikan

berbalut duka yang dalam

biar saja…

dalam lirih doa… selesai!

Lirih

Tuesday, August 15th, 2006

Tak ada siapapun disini

Saat aku meretas mimpi

saat lolongan anjing membelah malam

dan seongok jiwa berhamburan

terbelah :menjijikkan

Tiada lembut belai jemarimu

atau hangat hela nafasmu

Desah isak tangis saat janji terucap

marahlah pada belenggu akar

Diamku tak goyahkanmu

tak juga bawamu kembali

Ringkihku lirih

Puisi untuk Cinta 2

Tuesday, August 15th, 2006

Hari ini indah, setelah penantian panjang itu.

16 tahun dalam tangis sakit hari

dalam dendam yang membusuk

hari ini hijau putih merah di angkasa

dan kau menyeruak diantaranya

seketika buyarkan ekstasi ku

seketika hempaskan aku lagi

pada tangisanku mingu0minggu terakhir

Aku merasakan hadirmu di sekitarku

Walau ketika aku berpaling

tak ada wajahmu dimana-mana

bahkan tak juga bau badanmu

aku hanya merasakan hadirmu

energimu yang menerpaku

Tak mampu kutolak

benakku yang perlahan membentuk lagi

satu persatu keping ragamu yang kuhempas

Tak kuasa aku menolakmu.

Kau ada dimana cinta?

Tiba-tiba air mata in bergulir

ketika wajahmu menyeruak memenuhi

:benakku

Aku merasakan rindumu cinta

Terima kasih untuk cintamu cinta

Tuhan tak membantuku cinta

tak juga waktu mampu memupus hadirmu di benakku

sebentar lagi satu mimpi buruk menantiku

Saat itu kuingin kau ada

Hadirmu untuk belai rambutku

dan kau bisikkan "Aku disini untukmu"

Saat itu takkan hadir bagiku

:Cinta

Pusi untuk Cinta 1

Tuesday, August 15th, 2006

Hari ini 06.07.06
Apa kabar cinta? Masihkah lembut gemulai?
Dini hari ini 00.24
Terlelapkah cinta?
Dalam selimut dingin malam
Dalam belai angin utara
Tersenyumkah cinta?

Hari ini adalah hari mu cinta
Hari indah yang tlah lama kau nanti
dalam gelora gelisah,
dalam gejolak masa remaja yang hilang
dalam petualangan gelap
desah manja
belai birahi di ubun-ubun
Kau basahi aku cinta

Tersenyumhak cinta?
Saat aku tepekur sendu
gelisah akan birahi yang menguap
Masihkah ingin basahi ku cinta?
Aku menangis cinta!
Untah untuk apa entah untuk siapa.
Menangisi dirimu kah cinta?
Menangisi lembut hadirmu?
Menangisi dominasimua pada ego ku?
Atau…
hanya menangisi birahi ku?

Birahi yang kau semai dalam tiap sentuhmu.
Saat kau terbaring lembut
terpagut gejolak rasa, cinta

Aku menangisimu cinta…
Aku serapuh dedaunan kering

apa asa ku lagi?

Apa tangisku kali ini cinta?
Tangis karena kau berpaling kembali
Tangis karena nafsuku yang meng-kristal
Karena tak kulakukan itu…
"Memenuhimu dengan kelelakianku"
"Mengisi kekosonganmu dengan diriku"
"Menindih tubuhmu dalam pacu deru birahi, cinta?"

aku menangisi apa cinta?
Cinta atau birahi?

Untuk apa tangisku cinta?

Nanti kau kan melangkah lembut
Menysuri lorong-lorong sakral
Mengucap janji baktimu
Kau tinggalkanku cinta?

Aku menangisi apa cinta?